Akhir2 ini ada banyak orang yang mempermasalahkan garam impor.
Garam impor secara fisik berbeda dari garam lokal.
Garam impor yg beredar di Indonesia kebanyakan di impor dari
Australia
Garam impor Australia, berbentuk kristal Seperti gula batu
Garam impor Australia mengandung NaCl 99,9%dan dakar air < 1%
Garam impor sebenarnya hanya di gunakan untuk industri industri
besar seperti Minyak, Food, Kaca, dll, sesuai dengan undang-undang yang
berlaku.
Tapi dalam prakteknya garam impor banyak di gunakan sebagai garam
konsumsi ( yg beredar di pasar-pasar, terutama supermarket )
Dengan bentuk dan kandungan Na Cl yg tinggi, maka proses
pengerjaan garam impor menjadi garam konsumsi sangat mudah dan murah sekali
Garam Impor mempunyai rasa yg asin sekali , cenderung pahit karena
kadar NaCl nya yang tinggi
Garam impor lebih disukai bagi industri karena kadar Na Cl y g
tinggi ( 99 %), kadar air rendah ( < 2% )dan stabil, rata, dan bentuk nya
yang kristal bewarna bening
Sedangkan garam lokal mempunyai kadar NaCl 89-94% dengan kadar air
10%, warnanya juga berbeda beda, ada yg coklat, kuning, putih